Senin, 19 Juli 2010

Indonesia Belum Serius Memanfaatkan Zeolit

adv welcome
Jika anda membutuhkan informasi mengenai harga, minimal order, kegunaan serta dosis pemakaian dari produk kami (Zeolite, Bentonite, Lignite, Red Clay, Lime/Kapur, Pasir Kucing dan Bentonite Cat Litter), silahkan hubungi di :

CV KURNIA JAYA UTAMA


Phone, SMS or WhatsApp : +62 8586 3093 505
Email : zeolitecikembar@gmail.com



Photo Zeolite Powder mesh 200 @ 50 Kg produksi PT Khatulistiwa Hijau Prima

Apa itu zeolit ?

Zeolit ditemukan pertama kali oleh Cronstedt pada tahun 1756 di Swedia.Zeolit merupakan sekelompok mineral aluminosilikat terhidrasi dari alkalin,terutama Natrium (Na),Kalium (K),Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg).Hingga saat ini,telah ditemukan paling tidak 50 tipe zeolit alam dan 150 tipe zeolit sintetik.Zeolit memiliki kemampuan sebagai absorben,katalis dan penukar kation.

Wide Spectrum Application

MenurutDR.Didik Hadjar Gunadi,Ketua Umum Asosiasi Inventor Indonesia,mengungkapkan bahwa saat ini konsumsi dunia akan zeolit adalah sebesar 4 milyar metrik ton (hingga 2008) senilai $2,15 milyar,dan diperkirakan pada tahun 2009 menjadi $2,52 milyar dan $2,94 milyar pada tahun 2010.Data tersebut didukung dengan luasnya pemanfaatan zeolit di berbagai aplikasi (wide spectrum application).Jika kita memakai pendekatan “lingkungan bersih dan sehat”,maka dapat diuraikan aplikasi zeolit dalam peningkatan efisiensi pemupukan,kualitas lahan serta peningkatan kualitas dan efisiensi produk, yang bermuara pada peningkatan hasil.Lebih lanjut,zeolit juga dapat diaplikasikan untuk mengurangi konsumsi air (bagi tanaman),pengurangan polutan,menghilangkan bau dan toksin serta kehilangan nutrien,yang pada akhirnya akan terjadi penghematan.

Hal tersebut dikuatkan oleh DR.Astiana Sastiono yang berbicara tentang pemanfaatan zeolit di bidang pertanian.Ibu yang menjadi staf pengajar di Jurusan Tanah,Fakultas Pertanian IPB,menjelaskan manfaat zeolit yang besar di bidang pertanian disebabkan sifat-sifat kimia dan fisiknya yang unik : kapasitas tukar kation (KTK) yang tinggi (100-180 meq/100 g),kemampuan menyerap ion amonium,menyerap air dan bersifat porous.Sifat-sifat itu tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai penyerap hara untuk efisiensi penggunaan pupuk (khususnya efisiensi pupuk nitrogen),namun juga sebagai campuran kompos,media tumbuh tanaman,campuran pakan ternak (feed aditive) hingga memperbaiki kualitas air.Efisiensi penggunaan pupuk nitrogen terjadi karena zeolit memiliki kemampuan mengabsorbsi ion amonium dan hal itu dilakukan dengan cara mencampur zeolit dengan pupuk atau langsung diberikan ke tanah.Adapun zeolit sebagai media tanam sayuran juga menunjukkan hasil yang baik.Dalam hal ini,zeolit dicampur dengan kompos atau gambut untuk pembibitan tanaman sayuran dan tanaman perkebunan.

Zeolit dan industri

Dalam bidang industri,zeolit juga memegang peran penting,yakni sebagai katalis selektif (selective catalyst).Hal itu dinyatakan oleh DR.Yateman Arryanto,dosen Program Pasca Sarjana Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.Bagaimana hal tersebut dilakukan?.Caranya adalah dengan aktivasi asam,kemudian dilakukan proses impregnasi beberapa logam pada zeolit hasil aktivasi asam.

Pemanfaatan zeolit alam sebagai katalis selektif untuk keperluan industri kimia dan petrokimia,dapat dilakukan pada beberapa reaksi pembuatan gasoline dari metanol,reaksi hidrorengkah minyak bumi,reaksi konversi alkana menjadi alkena,reaksi oligomerasi dan reaksi interkonversi etana dan etanol.

Strategi Masa Depan

Mengingat wide spectrum application dari zeolit,maka harus dilakukan agenda dan aksi yang lebih terintegrasi.Baik DR.Yateman maupun DR.Astiana sepakat bahwa ada tiga pihak yang harus berperan aktif: pemerintah,pengusaha dan ilmuwan.Pemerintah sebagai otoritas wilayah dan penyedia sarana dan prasarana,bekerja sama dengan pihak pengusaha sebagai pemilik modal dan pasar serta didukung pihak ilmuwan sebagai otoritas keilmuwan.

Sumber : Hasil "Seminar Nasional Zeolit III : Peningkatan Peran Zeolit Di Bidang Pertanian,Industri dan Lingkungan" Bogor

Artikel Terkait

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More