PT KARUNIA JAYA RAKSA
Phone / WhatsApp : + 62 8521 3871 191 ; Email : zeolitecikembar@gmail.com
Cara pemakaian kompos, sebaiknya disesuaikan dengan keadaan jenis tanah dan kandungan C organik dalam tanah tersebut, disamping juga harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jenis tanaman.
Tiap-tiap tanaman memerlukan kandungan bahan organik yang berbeda-beda. Tanaman sayuran apabila tidak dipupuk dengan pupuk organik sama sekali pertumbuhannya tidak akan sebaik tanaman yang mendapat pupuk organik.
Tanaman bunga seperti antara lain Azalea atau Anthurium, pertumbuhannya akan sangat baik pada media yang 100 persen terdiri dari bahan organik. Apabila medianya tercampur dengan tanah, pertumbuhannya kurang optimal. Beberapa tanaman lainnya akan tumbuh dengan baik apabila kompos ditambah dengan tanah dengan perbandingan 1:1. Disamping itu ada juga tanaman yang menghendaki kompos dicampur dengan tanah dan pasir dengan perbandingan 1 : 1 : 1.
Sementara itu tiap-tiap jenis tanah memiliki keadaan kesetimbangan kandungan bahan organik sendiri-sendiri. Pada tanah-tanah abu vulkanik (Andisol) seperti tanah di Lembang, kandungan C organik tanah (ideal), tidak akan sama dengan kandungan C organik tanah (ideal) pada jenis tanah Inseptisol di Banjaran, misalnya.
Sehingga jumlah pemberian pupuk organik pada tiap tanaman dan pada berbagai jenis tanah tidak akan sama.
Untuk menentukan tingkat kandungan C organik dalam tanah, harus dilakukan dengan analisa laboratorium.
Untuk mengetahui berapa kebutuhan pupuk C organik, dapat dilakukan dengan cara mempergunakan rumus sbb:
Kebutuhan Kompos (C organik) = C organik Tanah x 1.724 x 20 cm x 10.000 m2
C organik tanah = ditentukan berdasarkan hasil analisa tanah di laboratorium
1.724: konstanta 20 cm: kedalaman lapisan olah tanah 10.000 m2: Luas areal
Sebagai ilustrasi, apabila hasil analisa laboratorium tanah diketahui kandungan C organik tanah di suatu tempat adalah 2.56 %, Maka menghitung kandungan C organik tanah dalam lapisan olah (20 cm) seluas 1 ha adalah:
Kandungan C organik lapisan olah tanah adalah = 2.56 x 1,724 x 20 x 10.000 = 8.800 kg /ha = 8.8 ton / ha
Sementara itu ada juga yang mengelompokan tingkat kandungan bahan organik tanah secara umum, seperti dapat dilihat pada tabel berikut:
Kandungan Organik | Tingkat | Setara Dengan |
(% Berat Tanah) | Ton / ha | |
Metoda Welkley - Black | ||
> 20 | Sangat Tinggi | > 68.9 |
10 – 20 | Tinggi | 34.48 – 68.9 |
4 – 10 | Sedang | 13.79 – 34.48 |
2 - 4 | Rendah | 4.34 – 13.79 |
min 2 | Sangat Rendah | min 4.34 |
Sumber: Metson (1961) dalam Brooker Tropical Soil Manual 1984
Dengan demikian rekomendasi pemberian pupuk organik dilakukan berdasarkan kekurangan kandungan C organik dalam tanah. Sebagai ilustrasi dapat dikemukakan bahwa bila berdasarkan analisa laboratorium tanah, kandungan C organik tanah adalah 2.56 % setara dengan 8.8 ton / ha, maka berdasarkan keadaan tingkat kesuburan C organik tanah, kandungan organik tanah berada pada tingkat rendah.
Berapa persisnya kebutuhan pupuk Organik, adalah sangat tergantung kepada jenis tanah dan jenis tanaman. Keadaan ini baru akan diketahui dengan lebih akurat apabila dilakukan pengujian lapangan. Tetapi dengan bantuan panduan tingkat kesuburan tanah pada tabel 5 di atas, dapat diketahui secara umum bahwa untuk mencapai tingkat kesuburan C organik tanah sedang, yaitu 13.79 s/d 34.48 ton / ha, maka diperlukan penambahan pupuk organik sebesar = (13.79 s/d 34.48 ) – 8.8 ton = 4.99 s/d 25.4 ton /ha.
Sumber : http://lestarimandiri.org/id/pupuk-organik/92-pupuk-organik/230-menghitung-kebutuhan-kompos.html
Artikel Terkait
- 10 Tahapan Membuat Nutrisi Hidroponik Alami
- 7 Cara Menanam Hidroponik Sederhana
- Manfaat KAPTAN (Kapur Pertanian)
- Membuat Filter Untuk Air Tanah II
- Membuat Filter Untuk Air Tanah I
- Solar Ice Maker Chills with Heat and Zeolite
- How to Use Zeolite for Adsorbent Co2
- Natural Zeolite for Radiation Protection
- Siemens Innovative Zeolitic Drying System
- Assessing Soil Acidity
- Controlled-Release Fertilizers Using Zeolites
- Zeolit dan dosis tepat untuk udang vaname
- Pemupukan Tepat pada Tanaman Padi
- Panduan Praktis Budidaya Udang Vaname
- 8 Cara Budidaya Sawit Unggulan
- Zeolite dan Pertanian Indonesia
- Efek Zeolite pada Tanaman Padi
- Alasan Zeolite Cocok Menjadi Pembenah Tanah
- Manfaat Mineral Zeolit untuk Bidang Perikanan
- Peningkatan Produksi Tanaman Pangan Dengan Zeolit
7 comments:
Sy punya banyak kotoran sapi dan sy biarkan kering di belakang kandang sapi sy.Sy mo tanya klo kotoran sapi yg kering tersebut apakah bagus buat pupuk tanpa diolah terlebih dahulu???
voip_agent ... Kalau melihat kebiasaan petani kita, syah2 saja pemakaian pupuk kandang langsung diaplikasikan pada tanaman tanpa proses komposisasi (pengeringan dan pendinginan), tanpa mengurangi fungsi. Akan tetapi disini fungsi komposisasi lebih cenderung untuk pengoptimalan dari kandungan hara yang ada serta penekanan pada bahaya mikrobiologis seperti fecal coli dan Salmonela Sp .
Baca Manga Oke... bozz
wah bagus nih!! kebetulan mau buat mau tanam-menanam hehehe :)
chain ... Thanks, biar rumah kita tambah green
Okelah kalo begitu...
mksh atas infonya
penghuni60 ... sama-sama. Maksih kunjungannya
Post a Comment